Jakarta, 2 Agustus 2026.| Keputusan masyarakat Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, yang menolak rencana aktivitas pertambangan di wilayah mereka mendapat dukungan dari Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (BAKORNAS LEPPAMI) PB HMI.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Korwil Aceh BAKORNAS LEPPAMI PB HMI, Tonicko Anggara, setelah masyarakat dari tiga desa di Kecamatan Samadua, yakni Desa Air Sialang Hilir, Air Sialang Tengah, dan Air Sialang Hulu, menggelar musyawarah serta menandatangani petisi penolakan tambang.
Tonicko Anggara menilai, musyawarah yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, hingga tokoh pemuda, merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga terkait keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah mereka.
“Kami mengapresiasi hasil musyawarah masyarakat di tiga desa Kecamatan Samadua yang menghasilkan keputusan penolakan tambang dan penandatanganan petisi,” kata Tonicko dalam keterangannya, Sabtu (02/08/2026).
Bagi pihaknya, lanjut Tonicko, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Menurut Korwil Aceh BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Tonicko Anggara, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasinya terkait rencana pemanfaatan sumber daya alam di wilayah tempat tinggal mereka.
Ia mengatakan, setiap kebijakan terkait lingkungan perlu memperhatikan aspek keberlanjutan serta kepentingan masyarakat setempat.
BAKORNAS LEPPAMI PB HMI, lanjut Tonicko, akan turut mengawal aspirasi masyarakat tersebut sesuai dengan peran kelembagaan dalam isu lingkungan hidup.
“Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat ini. LEPPAMI PB HMI selama ini memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan hidup dan mitigasi bencana,” ujarnya.
Tonicko Anggara juga mengajak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Selatan serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga komunikasi dan mengawal setiap keputusan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut dia, kelestarian lingkungan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam setiap rencana pengelolaan sumber daya alam.
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga lingkungan hidup karena keberlanjutan alam merupakan bagian penting dari kehidupan dan penghidupan masyarakat,” tutup Tonicko Anggara.



























